Month: May 2018

Sukses Besar, Paramount Siapkan Sekuel ‘A QUIET PLACE’

Kalau ada film yang berhasil jadi kuda hitam di musim semi ini, mungkin diberikan pada A QUIET PLACE. Dengan budget produksi hanya USD 17 juta, film yang diarahkan John Krasinski itu meraih pendapatan global mencapai USD 235 juta. Pundi-pundi box office menggiurkan itu jelas membuat bos Paramount Pictures yakni Jim Gianopulos tersenyum lebar. Hampir satu bulan sejak dirilis pada 6 April 2018, Gianopulos menyebutkan kalau sekuel A QUIET PLACE  siap digarap.

 

Kendati begitu, Gianopulos masih belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai kisah sekuel A QUIET PLACE termasuk tanggal rilis togel online terpercaya dan apakah Krasinski kembali terlibat. Waspada spoiler, ending film bergenre horor thriller itu memang memperlihatkan kematian Lee Abbott (John Krasinski). Duo penulis naskah yakni Bryan Woods dan Scott Beck menyebutkan kepada Paramount jika mereka masih memiliki bahan yang tersisa dari naskah A QUIET PLACE sehingga ada kemungkinan untuk sekuel.

 

Kepada Entertainment Tonight, pasangan suami istri Krasinski-Emily Blunt mengungkapkan keinginan mereka membintangi sekuel A QUIET PLACE. Berperan sebagai suami istri dalam A QUIET PLACE, karakter Blunt yakni Evelyn Abbot, perempuan hamil di tengah serangan makhluk pemakan manusia yang sensitif terhadap suara pun disebut akan hadir lagi dalam sekuelnya.

 

Saat resmi dirilis, A QUIET PLACE  memang meraih banyak pujian kritikus. Akting baik Krasinski-Blunt sebagai pasangan suami istri yang ingin menjaga keluarganya begitu mempengaruhi isi cerita. Bahkan pemeran anak-anak keluarga Abbot juga tampil maksimal. Tak heran kalau penonton A QUIET PLACE  sampai ikut-ikutan merasakan kengerian yang mencekam hidup dalam kesenyapan.

 

Kesuksesan ‘A QUIET PLACE’ Tak Disangka

 

Bisa dibilang kalau jajaran produser sebetulnya tak menyangka kesuksesan A QUIET PLACE. Di pekan pertamanya, A QUIET PLACE mencetak box office domestik pasar Amerika Utara dengan luar biasa yakni USD 50,2 juta (sekitar Rp 688 miliar). Kepada Variety, Brad Fuller salah satu produsernya pun begitu tak percaya. Fuller sendiri menjadi produser bersama Andrew Form dan sutradara franchise TRANSFORMERS, Michael Bay.

 

“Tidak ada satupun yang berpikir ini akan terjadi. Ini hal gila. And abhkan tidak dapat memimpikannya. Sehingga, tidak. Jawabannya adalah kami tidak percaya kami akan ada di puncak box office. Kami hanya mengharapkan melalui akhir pekan dengan posisi pertengahan. Paling tinggi 20 juta dollar jika kami beruntung,” ungkap Fuller gembira.

 

John Krasinski Garap Film Thriller Fiksi ‘LIFE ON MARS’

 

Apa yang berhasil dicetak A QUIET PLACE  seolah membuktikan kemampuan sinematik Krasinski. Sepanjang kariernya sebagai aktor film sejak tahun 2000, ayah dua anak berusia 38 tahun itu hanya pernah mengarahkan dua judul film yakni BRIEF INTERVIEWS WITH HIDEOUS MEN (2009) dan  THE HOLLARS (2016). Selebihnya Krasinski berperan sebagai aktor dan pernah jadi penulis naskah BRIEF INTERVIEWS WITH HIDEOUS MEN, PROMISED LAND (2012) hingga A QUIET PLACE.

 

Di saat sekuel A QUIET PLACE masih digodok, Paramount kembali mempersatukan Krasinski sebagai sutradara bersama trio Bay-Form-Fuller dalam film bergenre thriller fiksi ilmiah berjudul A LIFE ON MARS. Film ini diadaptasi dari cerita pendek karya Cecil Castellucci berjudul We Have Always Live on Mars yang fokus pada seorang perempuan penghuni Mars yang meninggalkan bumi karena bencana alam. Apakah A LIFE ON MARS juga bisa ikut sukses?

 


100% Produksi Indonesia, ‘WIRO SABLENG’ Pukau Fox

Ada satu hal yang begitu bikin penasaran saat proyek WIRO SABLENG dirilis. Tak lain adalah keterkaitan Fox International Productions (FIP) yang merupakan anak perusahaan 20th Century Fox Film Corporation dalam proses produksinya. Digaet oleh anak perusahaan entertainment raksasa Hollywood, WIRO SABLENG jelas memiliki daya tarik yang tinggi. Namun meskipun ada Hollywood yang campur tangan, Sheila Timothy selaku produser menyatakan jika WIRO SABLENG digarap oleh orang Indonesia asli.

 

“100 persen proses penggarapannya dikerjakan oleh orang Indonesia baik produksi maupun pascaproduksi. Mereka terkesima dengan apa yang kami buat dan profesionalisme kami. Mereka salut ketika kami melaporkan jadwal produksi dan lain-lain,” papar perempuan yang akrab disapa Lala ini, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Siap diluncurkan di akhir tahun 2018, WIRO SABLENG saat ini mencapai 80%. Dirinya pun sudah semakin sering berkunjung ke FIP untuk melaporkan proses pengerjaan film. Sebagai film dewa poker online Indonesia pertama yang bekerja sama dengan Fox, Tomas Jegeus selaku Presiden FIP pun tak masalah menggelontorkan uang berapapun demi WIRO SABLENG. Lala sempat menyebutkan kalau biaya produksi film yang diadaptasi dari karya Bastian Tito ini menyentuh lebih dari USD 2 juta (sekitar 26,6 miliar).

 

Untuk bagian Computer Graphic Image (CGI), tim efek visual dikepalai Budi Baihaqi yang mengatur sekitar 60 seniman efek visual dari beberapa perusahaan. LifeLike Pictures menggaet beberapa studio grafis dari Solo, Yogyakarta, Bandung, Depok hingga Tangerang. Pemeran Kalingundil di WIRO SABLENG yakni Dian Sidik bahkan menyebutkan kalau mereka memiliki kejutan dari bagian CGI yang memang berkualitas internasional.

 

Musuh-Musuh ‘WIRO SABLENG’

 

Kendati masih baru dirilis di jelang akhir tahun 2018, WIRO SABLENG sudah merilis cuplikan perdana film yang diarahkan Angga Dwimas Sasongko itu. Dari cuplikannya terlihat tiga karakter utama yakni Wiro Sableng (Vino G Bastian), Anggini (Sherina Munaf) yang adalah murid Dewa Tuak (Andi /Rif) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi), keponakan Dewa Ketawa.

 

Tak berselang setelah itu, WIRO SABLENG mengungkapkan para pendekar golongan hitam yang akan jadi musuh Wiro yaitu Mahesa Birawa (Yayan Ruhian), mantan murid Sinto Gendeng (Ruth Marini) yang berkhianat. Lalu ada Kalingundil, kepala perampok anak buah Mahesa dan salah satu musuh Wiro, Werku Alit (Lukman Sardi). Karakter lain yang dimunculkan adalah Kakek Segala Tahu (Yayu Undru), Kamandaka (Dwi Sasono) dan adiknya Rara Murni (Aghinny Haque), ibu dari Wiro yaitu Suci (Happy Salma).

 

‘Game of Thrones’ Pengaruhi ‘WIRO SABLENG’

 

Diadaptasi dari buku seri Wiro Sableng yang terdiri dari 185 judul dan diterbitkan sejak 1967-2006, WIRO SABLENG adalah salah satu proyek film ambisius. Memperlihatkan abad ke-16 saat Kerajaan Padjajaran masih berkuasa, WIRO SABLENG rupanya mengambil referensi serial TV hits, Game of Thrones untuk menyuguhkan pertarungan dan pergerakan politik di masa lampau.

 

“Saya suka Game of Thrones karena universe-nya jelas. Ada kerajaannya dan mengapa serta bagaimananya jelas. Kami membuat WIRO SABLENG menjadi seperti itu. Kerajaan itu suka melakukan pergerakan politik untuk kepentingannya dan terkadang meminta bantuan golongan hitam yang bermarkas di hutan atau pegunungan. Golongan putih pun ikut campur ketika keadaan sangat kacau. Seperti itu universe WIRO SABLENG,” papar Lala panjang lebar. Lala sendiri selain jadi produser juga bertanggung jawab sebagai penulis naskah bersama Seno Gumira Ajidarma dan Tumpal Tampubolon.


Penambang-Penambang Minyak di Sumur Aceh yang Meledak Ilegal

Sumur minyak dikabarkan meledak tepatnya di Desa Pasir Putih, kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Polisi sendiri menduga bahwa kejadian yang mana menewaskan 10 orang tersebut dipicu oleh punting rokok yang dibuang oleh orang sembarangan.

Diduga Karena Putung Rokok

Wakapolres Aceh Timur, Kompol Apriadi, mengatakan bahwa kejadian tersebut dimulai kurang lebih jam 01.00 WIB, hari Rabu (25/4). Ia mengatakan sumber ledakannya bukanlah berasal dari percikap api yang ada di pipa sumur. Namun menurutnya, minyak yang mana keluar dari sumur pun mengalir ke parit juga. Ketika itulah kuat diduga ada warga yang membuang punting rokok ke selokan sehingga api langsung dengan mudahnya menyambar dan akhirnya membesar.

“Masyarakat secara tradisional mengebor, dan keluar air serta minyak. Masyarakat lelet mengambil minyak yang jatuh. Ketika minyak jatuh di area parit, maka kemungkinan ada yang merokok dan lupa dibuang sehingga langsung ada api,” ujar Apriadi dilansir dari CNN Indonesia ketika dihubungi lewat telepon.

Menurut dirinya juga, selama ini warga di sana sudah terbiasa mengebor minyak secara tradisional. Bahkan di dalam kejadian ini, ungkapnya, sumur yang dibor itu tak hanya mengeluarkan minyak namun juga gas.

Sampai saat ini, kepolisian belum dapat mengetahui dengan pasti pemilik sumur minyak illegal itu. berdasarkan data result hongkong yang dimiliki oleh pihak kepolisian, pemilik sumur sendiri diduga sudah meninggal dunia karena kejadian tersebut. “Sementara informasinya meningga. Ini juga masih tahap penyelidian. Kami sendiri belum bisa memastikan siapa pemiliknya,” ungkapnya.

Ia sendiri mengakui bahwa polisi sulit sekali mengontrol masyarakat yang melakukan pengeboran minyak seperti ini dengan cara illegal. Meskipun demikian, Apriadi mengklaim bahwa pihaknya sudah melakukan pengawasan pada penambang illegal.

“Masyarakat tak bisa kami control. Mereka mengebor bahkan secara diam-diam. Kadang kami juga tak bisa memonitor mereka ngebor atau tidak. dia kemungkinan melakukan pengeboran ya malam hari,” ujarnya menambahkan.

Padamkan Api dan Ungsikan Masyarakat

Kobaran api sendiri belum bisa dipadamkan sampai dengan sepuluh jam setelah kejadian. Kobaran api itu bahkan mencapai tinggi 100 meter. dan pihak kepolisian menunggu ahli dari PT Pertamina (Persero) untuk membantu memadamkan kobaran api yang makin besar tersebut.

Sementara masyarakat juga diungsikan ke tempat yang lebih aman. Mereka sudah dilarang mendekati lokasi kejadian walaupun api sudah mulai padam. “Masyarakat sudah kami ungsikan radius 500 meter dan tidak boleh masuk. Yang kami khawatirkan adalah masih ada gasnya,” ungkap Apriadi.

Ia juga mengatakan bahwa berdasarkan hasil sementara, jumlah korban yang meninggal dan berhasil diidentifikasi sebanyak 10 orang. Sementara itu untuk korban yang mengalami luka berat sebanyak 40 orang. “Jenazah sedang diidentifikasi akan tetapi hasilnya belum ada,” jawabnya.

Mengebor di Tanah Sendiri dan Keluar Minyak

Hasballah M. Thaib, gubernur Aceh, mengatakan bahwa korban-korban ledakan sumur minyak itu bukan lah pekerja tambang legal. Mereka penduduk yang biasanya menambang minyak dengan cara illegal. Dan persoalannya adalah “mereka bukan pekerja tambang, namun warga sekitar yang mengambil minyak yang tumpah, tiba-tiba apinya malah datang. Akan tetapi kami masih tetap membantu warga kita,” ujar Hasballah.

Ia menyebutkan bahwa penambangan sumur illegal tidak hanya dilakukan di satu titik. Menurutnya pihaknya sudah mengirimkan surat pada Pertamina supaya bisa ikut berkontribusi mengawas penambang-penambang liar itu sehingga terjadi kerjasama yang bermanfaat juga.