Ada satu hal yang begitu bikin penasaran saat proyek WIRO SABLENG dirilis. Tak lain adalah keterkaitan Fox International Productions (FIP) yang merupakan anak perusahaan 20th Century Fox Film Corporation dalam proses produksinya. Digaet oleh anak perusahaan entertainment raksasa Hollywood, WIRO SABLENG jelas memiliki daya tarik yang tinggi. Namun meskipun ada Hollywood yang campur tangan, Sheila Timothy selaku produser menyatakan jika WIRO SABLENG digarap oleh orang Indonesia asli.

 

“100 persen proses penggarapannya dikerjakan oleh orang Indonesia baik produksi maupun pascaproduksi. Mereka terkesima dengan apa yang kami buat dan profesionalisme kami. Mereka salut ketika kami melaporkan jadwal produksi dan lain-lain,” papar perempuan yang akrab disapa Lala ini, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Siap diluncurkan di akhir tahun 2018, WIRO SABLENG saat ini mencapai 80%. Dirinya pun sudah semakin sering berkunjung ke FIP untuk melaporkan proses pengerjaan film. Sebagai film dewa poker online Indonesia pertama yang bekerja sama dengan Fox, Tomas Jegeus selaku Presiden FIP pun tak masalah menggelontorkan uang berapapun demi WIRO SABLENG. Lala sempat menyebutkan kalau biaya produksi film yang diadaptasi dari karya Bastian Tito ini menyentuh lebih dari USD 2 juta (sekitar 26,6 miliar).

 

Untuk bagian Computer Graphic Image (CGI), tim efek visual dikepalai Budi Baihaqi yang mengatur sekitar 60 seniman efek visual dari beberapa perusahaan. LifeLike Pictures menggaet beberapa studio grafis dari Solo, Yogyakarta, Bandung, Depok hingga Tangerang. Pemeran Kalingundil di WIRO SABLENG yakni Dian Sidik bahkan menyebutkan kalau mereka memiliki kejutan dari bagian CGI yang memang berkualitas internasional.

 

Musuh-Musuh ‘WIRO SABLENG’

 

Kendati masih baru dirilis di jelang akhir tahun 2018, WIRO SABLENG sudah merilis cuplikan perdana film yang diarahkan Angga Dwimas Sasongko itu. Dari cuplikannya terlihat tiga karakter utama yakni Wiro Sableng (Vino G Bastian), Anggini (Sherina Munaf) yang adalah murid Dewa Tuak (Andi /Rif) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi), keponakan Dewa Ketawa.

 

Tak berselang setelah itu, WIRO SABLENG mengungkapkan para pendekar golongan hitam yang akan jadi musuh Wiro yaitu Mahesa Birawa (Yayan Ruhian), mantan murid Sinto Gendeng (Ruth Marini) yang berkhianat. Lalu ada Kalingundil, kepala perampok anak buah Mahesa dan salah satu musuh Wiro, Werku Alit (Lukman Sardi). Karakter lain yang dimunculkan adalah Kakek Segala Tahu (Yayu Undru), Kamandaka (Dwi Sasono) dan adiknya Rara Murni (Aghinny Haque), ibu dari Wiro yaitu Suci (Happy Salma).

 

‘Game of Thrones’ Pengaruhi ‘WIRO SABLENG’

 

Diadaptasi dari buku seri Wiro Sableng yang terdiri dari 185 judul dan diterbitkan sejak 1967-2006, WIRO SABLENG adalah salah satu proyek film ambisius. Memperlihatkan abad ke-16 saat Kerajaan Padjajaran masih berkuasa, WIRO SABLENG rupanya mengambil referensi serial TV hits, Game of Thrones untuk menyuguhkan pertarungan dan pergerakan politik di masa lampau.

 

“Saya suka Game of Thrones karena universe-nya jelas. Ada kerajaannya dan mengapa serta bagaimananya jelas. Kami membuat WIRO SABLENG menjadi seperti itu. Kerajaan itu suka melakukan pergerakan politik untuk kepentingannya dan terkadang meminta bantuan golongan hitam yang bermarkas di hutan atau pegunungan. Golongan putih pun ikut campur ketika keadaan sangat kacau. Seperti itu universe WIRO SABLENG,” papar Lala panjang lebar. Lala sendiri selain jadi produser juga bertanggung jawab sebagai penulis naskah bersama Seno Gumira Ajidarma dan Tumpal Tampubolon.