Month: June 2018

Hutang Malaysia Rp 3.530 T, Mahathir Pangkas Gaji Menteri

Malaysia baru-baru ini mengumumkan kalau utang negara mereka mencapai 1,08 triliun ringgit (sekitar Rp 3.837 triliun). Setelah pergantian Perdana Menteri dari Najib Razak menjadi Mahathir Mohamad, langkah tegas pun dilakukan sang pemimpin baru. Meskipun pada dasarnya, Mahathir bukanlah pemimpin baru Malaysia karena dirinya pernah jadi petinggi Negeri Jiran itu pada tahun 1981.

 

Di awal pemerintahannya kembali, Mahathir langsung membuat gebrakan untuk sesegera mungkin melunasi seluruh hutang Malaysia. Langkah awal yang dilakukan pria berusia 92 tahun itu adalah memotong gaji pokok seluruh menteri sebesar 10 persen demi membantu keuangan negara, seperti dilansir Channel News Asia.

 

Mengutip situs parlemen Malaysia, saat ini gaji bulanan jajaran pemerintah Malaysia yakni Perdana Menteri mencapai 22.827 ringgit (sekitar Rp 81,3 juta), Wakil Perdana Menteri ada 18.168 ringgit (sekitar Rp 64,7 juta). Lalu jajaran Menteri Kabinet sebesar 14.907 ringgit (sekitar Rp 53,1 juta) dan Wakil Menteri Kabinet menyentuh 10.848 ringgit (sekitar Rp 38,6 juta).

 

Hutang fantastis Malaysia ini terungkap pada Kamis (24/5) lalu lewat Lim Guan Eng, Menteri Keuangan Malaysia. Jumlah hutang triliunan ringgit ini mencapai 80,3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia per 31 Desember 2017. Dan selama pemerintahan PM Najib, jumlah hutang itu sama sekali tidak diungkapkan ke publik.

 

Anggota Parlemen Malaysia Sumbangkan Gaji

 

Sadar akan tingginya hutang yang harus dilunasi Malaysia tampaknya membuat banyak anggota parlemen sadar. Salah satunya adalah Nga Kor Ming yang mewakili wilayah Teluk Intan. Kor Ming tanpa pikir panjang langsung menyumbangkan gaji pertamanya ke Kementrian Keuangan yang sebesar 16 ribu ringgit (sekitar Rp 56,4 juta). Malay Mail melaporkan bahwa Kor Ming adalah anggota parlemen dari Partai Tindakan Demokratik (DAP) yang merupakan anggota koalisi Pakatan Harapan pimpinan Mahathir.

 

Dalam jumpa pers, Kor Ming berpendapat bahwa pemerintahan Pakatan Harapan memang diwarisi beban hutang besar dari pemerintahan Najib. “Untuk melunasi hutang sebesar itu jelas tidak mudah. Karena nantinya setiap warga Malaysia termasuk bayi yang baru lahir dan para penyandang disabilitas harus menanggung 32 ribu ringgit (sekitar Rp 112,9 juta). Hutang besar ini karena praktek penyucian uang dan pengelolaan yang buruk di era sebelumnya.”

 

Warga Saling Donasi Bantu Malaysia Bayar Hutang

 

Tak mau ketinggalan, warga sipil Malaysia juga ingin ikut serta dalam pelunasan hutang negara. Adalah seorang perempuan sekaligus aktivis muda berusia 27 tahun bernama Nik Shazarina Bakti yang melakukan aksi penggalangan dana bernama Please Help Malaysia di situs gogetfunding.com. Lewat aksinya itu, Shazarina mengajak warga Malaysia dan dunia membantu mengurangi hutang negaranya. Dia pun menulis kisah rakyat Malaysia yang pernah rela menyumbangkan harta bendanya untuk Tunku Abdul Rahman yang pergi ke London demi mengumumkan kemerdekaan Malaysia.

 

Aksi penggalangan dana itu dilakukan hingga 31 Juli 2018 dengan target USD 100 ribu (sekitar Rp 1,4 miliar). Sampai Sabtu (26/5) kemarin sudah ada 92 pendukung raja poker dengan total dana yang masuk adalah USD 3.600 (sekitar Rp 50,8 juta). Karena dana yang masuk sudah cukup banyak, Shazarina sampai kaget bahwa akun PayPal miliknya sampai tak sanggup memprosesnya lagi. Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menjadikan aksi penggalangan dana ini jadi viral.


Ada Pesan Soeharto dibalik Emas Olimpiade Barcelona ’92

Olimpiade Barcelona pada tahun 1992 adalah sebuah momen yang sangat penting dalam sejarah olahraga Indonesia karena hadirnya pertama kali emas. Ternyata ada pesan Presiden Soeharto di balik keberhasilan atlet-atlet Indonesia pada saat itu.

Pesan Soeharto

Try Sutrisno, Mantan Ketua Umum PBSI, masih sangat ingat kesuksesan tim bulu tangkis Indonesia yang mampu meraih 2 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu di Barcelona. Dirinya juga tak bisa melupakan pesan dari Presiden Republik Indonesia pada saat itu, Soeharto.

“Presiden Soeharto, pada saat itu hanya mengatakan, “Do the best.” Pada PBSI, beliau cuma meminta satu saja medali emas dari Olimpiade Barcelona. Pak Harto melihat dari Bulutangkis, harapan untuk mendapatkan medali emas itu dapat dicapai,” ungkap Wakil Presiden RI keenam dalam sambutannya di acara Hari Ulang Tahun PBSI ke-67 yang bertempat di Hotel Atlet Century pada hari Selasa, 8 Mei 2018.

Lima buah medali yang diraih oleh Indonesia pada saat itu datang dari cabang olahraga bulutangkis. Medali emas tersebut disumbangkan oleh tunggal putra,  Alan Budikusuma, dan tunggal putri yang melegenda, Susi Susanti. Sementara itu tunggal putra, Ardy Wiranata dan juga ganda putra, Eddy Hartono/Rudy Gunawan menyumbangkan medali perak. Sementara itu, medali perunggu disumbangkan oleh Hermawan Susanto.

Try pun amat sangat senang dan ingat pesan Soeharto dapat diwujudkan oleh para pebulutangkis Indonesia. “Dengan bekal mental, moral, dan juga fisik serta rohani (semuanya) kami menyiapkan dengan membaja. Kami cuma mohon satu saja pada Tuhan YME supaya memberkati kami dan juga mengizinkan punya medali dari Barcelona. Kami cuma meminta satu, namun pulang dari Barcelona, malahan PBSI bisa merebut lima buah medali: 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu,” ucap Try.

Sebelum Olimpiade 1992, Indonesia tak pernah mendapat medali emas. Prestasi yang paling baik hanya lah medali perak yang diraih di Olimpiade 1988 lewat cabang panahan.

Dengan dipertandingkannya bulutangkis pada laga Olimpiade, Indonesia akhirnya memiliki kesempatan bagus meraih emas karena Indonesia adalah salah satu negara togel hongkong kuat di dunia bulutangkis. “Dulu waktu itu biasanya kalau kami pamit, tak pernah ada pesan apa apa. Namun saat itu, baru berubah. Saya merasa mendapat satu emas tersebut tugas yang berat sekali namun akhirnya kami mendapatkan lima medali,” ungkap pria yang sekarang ini telah berusia 82 tahun dilansir dari CNN Indonesia.

“Momen manis itu adalah Olimpade 1992, saat itu lah kami pecahkan (catatan emas pertama di laga Olimpiade). Pak Harto hanya meminta emas saja di Barcelona, Spanyol,” imbuhnya.

Memberi Semangat Tim Piala Thomas-Uber Tahun 2018

Try yang hadir dalam perayaan ulang tahun PBSI yang ke-67 ini juga menyaksikan upacara pelepasan atlet bulutangkis Indonesia bagi ajang Piala Thomas dan Uber yang bakal berlangsung di Thailand pada tanggal 20 sampai dengan 27 Mei 2018. Dirinya berdoa dan juta berharap supaya Indonesia bisa meraih kesuksesan di sana.

“Jadi ya siapkan saja fisik dan nonfisik. Mental dan semangat, dan juga jangan lupakan pada kepercayaan agama masing-masing. Jangan ragu dan takabur juga, siapkan detik demi detik juga,” imbuhnya.

“Latihan sebelum berangkat, pemanasan juga, jaga mental pastinya. PBSI di masa mendatang tetap membawa jati diri Indonesia supaya bisa menorahkan prestasi,” ungkapnya menambahkan lagi guna menyemangati para atlet agar lebih siap.