World Economic Forum mempublikasikan 10 negara dengan layanan kereta api terbaik di Asia Pasifik dan di tahun 2018 ini Indonesia berhasil meraih ranking ke-4. Hal ini artinya Kereta Api Indonesia hanya dikalahkan oleh negara Jepang, Korea Selatan, serta Malaysia. Lebih hebat lagi layanan KAI sanggup mengalahkan Negara-negara seperti Thailand, Mongolia, Vietnam, Selandia Baru, Australia, dan Cina.

 

Agus Komarudin, Kepala Hubungan Masyarakat (Kahumas) PT KAI mengatakan bersyukur atas prestasi bergengsi tersebut akan layanan perkeretaapian di tanah air. Selain itu pihaknya mengaku bahagia atas pengakuan forum internasional berhubungan dengan peningkatan layanan yang terus diupayakan pihak KAI selama ini.

 

Layanan inovatif picu peningkatan penumpang

Meski begitu penghargaan tersebut tak begitu saja membuat PT KAI terlena, karena seperti yang dikatakannya PT KAI akan tetap berusaha meningkatkan layanan kepada semua pengguna jasa transportasi tersebut, salah satunya dengan layanan berbasis teknologi informasi yang inovatif. Menurut Agus ada beberapa faktor yang membuat PT KAI berhasil menyediakan layanan terbaik ke-4 se Asia Pasifik.

 

Ia mengatakan hal ini kemungkinan besar karena berbagai inovasi yang terus diterapkan dalam layanannya, misalnya, pembelian tiket kereta api yang dapat dilakukan kapan serta dimana saja, kereta api antar kota yang semakin tepat waktu, kenyamanan, dan keamanan yang terus ditingkatkan. Di sisi lain yang berperan dalam meningkatkan layanan KAI adalah pemerintah yang giat membangun infrastruktur perkeretaapian nasional.

 

Upaya tersebut kemudian berdampak pada peningkatan volume penumpang dari waktu ke waktu. Sesuai data PT KAI, sejak tahun 2013 – 2017 penumpang kereta api terus meningkat, di tahun 2012 jumlah penumpang mencapai 221.729.333 orang, sementara 4 tahun kemudian terjadi lonjakan yang cukup signifikan, yaitu 399.344.618 orang. Dapat dikatakan bahwa per tahun terjadi peningkatan volume penumpang sebanyak 12.3%.

 

Kereta Api Indonesia dari masa ke masa

Sarana transportasi masal ini dapat dikatakan yang paling mempunyai kaitan dengan sejarah perhubungan di tanah air. Kereta api bahkan sudah beroperasi di Indonesia sejak sebelum kemerdekaan. Sesuai catatan sejarah bangsa kereta api adalah sarana mobilitas masyarakat sejak ere colonial atau tepatnya di masa Tanam Paksa.

 

Kereta Api Indonesia mulai dioperasikan sebagai transportasi umum pada 10 Agustus 1867 yang menghubungkan Desa Kemijen, Semarang Timur dengan Desa Tanggungharjo Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Perjalanan perdana itu melintasi rel sepanjang 27 km dan transit di Stasiun Alas Tua serta Stasiun Brumbung.

 

Tujuan dijalankannya transportasi ini adalah untuk memobilisasi hasil bumi Belanda pada masa tersebut serta untuk keperluan pada sector militer. Di masa colonial Pulau Jawa memiliki jalur transportasi kereta api yang paling lengkap sekali lagi untuk memenuhi kebutuhan Belanda akan hasil bumi serta keperluan militer.

 

Industri Kereta Api Indonesia diresmikan pertama kali tahun 1953 dengan menggunakan lokomotif diesel menggantikan lokomotif uap. Di usia 1½ abad industry kereta api bursa togel semakin maju yang terbukti dari pembukaan banyak jalur baru tak hanya di Pulau Jawa tapi  juga di berbagai penjuru tanah air berupa proyek-proyek peningkatan infrastruktur.

 

System pemesanan kereta api juga telah semakin mudah dengan teknologi informasi yang canggih. Anda tentu sudah tak asing dengan aplikasi-aplikasi transportasi yang menyediakan fitur-fitur untuk mempermudah mobilitas masyarakat modern. Jadi tak perlu enggan lagi naik kereta api. Transportasi umum yang aman,  cepat, murah, dan nyaman. Selamat liburan dengan kereta api.