Month: May 2019

Rilis Poster Perempuan Tanah Jahanam Joko Anwar Janji Beri Kejutan

Deskripsi singkat: Setelah merilis poster film Perempuan Tanah Jahanam, Joko Anwar janji akan memberikan kejutan pada penontonnya.

Rilis Poster Perempuan Tanah Jahanam Joko Anwar Janji Beri Kejutan

Lepas mencetak  rekor sebagai film paling laris di tahun 2017 lalu melalui filmnya berjudul Pengabdi Setan, Joko Anwar sekali lagi ingin memanjakan penikmat film horror di tanah air atau bahkan di dunia lewat film horror terbarunya berjudul Perempuan Tanah Jahanam.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Joko Anwar sudah beberapa kali menghasilkan masterpiece pada genre horror, misalnya Modus Anomali (2012) dan Pintu Terlarang (2009). Meraih penonton yang jumlahnya lebih dari 4 juta pasang mata, tentu saja Pengabdi Setan langsung resmi menjadi film tersukses tahun 2017 lalu. Dan baru-baru ini, ia membagikan poster perdana dari film horror terbarunya yang bertajuk Perempuan Tanah Jahanam.

Poster Baru, Kejutan Baru

Ia yang sudah sering terlihat berkolaborasi dengan Tara Basro ini kembali lagi berkolaborasi dengan Tara Basro. Namun bukan Joko Anwar nampaknya kalau tidak bisa memberikan sebuah kejutan baru di setiap filmnya. “Gue kalo udah bikin film, kan, enggak pernah mau sama ya. Nah, walaupun sama-sama mengusung film horror, di Perempuan Tanah Jahanam ini berbeda. Kalo ini benar-benar mendebarkan jantung dari awal. Secara atmosfer sudah berbeda,” katanya mencoba meyakinkan para penontonnya.

Kalau masih ingat, di Pengabdi Setan memang scene-scenenya sukses memberikan kengerian tersendiri yang mutlak. Meskipu begitu, penonton togel hongkong masih dikasih kesempatan untuk bernapas. Di film Perempuan Tanah Jahanam ini, lain. Joko Anwar siap untuk menyuguhkan kengerian dari awal sampai dengan akhir filmnya.

Film Perempuan Tanah Jahanam ini menceritakan soal perempuan kota yang kembali lagi ke daerah asalnya demi untuk mendapatkan warisan. Ternyata, penduduk kampung halamannya sudah lama mencarinya demi mengakhiri sebuah kutukan di desanya itu. Sudah bisa dipastikan, wanita itu adalah Tara Basro yang sudah sering menjadi tokoh sentral di film-film yang disutradarai oleh sutradara 43 tahun ini.

Kolaborasi antara Joko Anwar dan Tara Basro ini memang sudah sering terlihat. Untuk film horror terbaru ini, Joko Anwar menyebut bahwa Tara tetap harus menjalani proses audisi juga. “Tara Basro audisi, jadi, semua di sini ya audisi. Mungkin satu karakter itu ada sekitar ya 20 orang yang kita audisi. Jadi, memang yang dapet dia,” ungkapnya.

Telah melengkapi deretan pemeran melalui proses audisi selama kurang lebih 5 bulan, film horror terbarunya ini siap memulai produksi pada bulan Maret tepatnya tanggal 2 MAret 2019. Dipastikan Joko Anwar bakal memberikan plot twist dan juga hiburan yang seru di filmnya ini.  

Joko Anwar juga telah membagikan poster film Perempuan Tanah Jahanam ke media sosial miliknya yaitu di akun Twitter pribadinya. Selain merilis poster filmnya, ia juga membocorkan pemain-pemain yang terlibat di dalamnya. Ternyata film ini sudah dipersiapkannya sejak tahun 2008. Wow, keren!

Tidak hanya Tara Basro saja yang menjadi bintang di film ini namun juga Christine Hakim, Ario Bayu, dan Marissa Anita.

Sementara itu, film Perempuan Tanah Jahanam ini diproduksi oleh Ivanhoe Pictures dengan BASE Entertainment, CJ Entertainment,dan juga Rapi Film. Selain film Perempuan Tanah Jahanam yang juga dikenal dengan judul Impetigore, Joko Anawar juga akan segera mengerjakan film The Vow dan juga Ghost in the Cell yang masih dalam naungan produksi yang sama juga. Akhir tahun ini rencananya para pecinta film Joko Anwar akan sudah bisa menyaksikan Perempuan Tanah Jahanam di bioskop-bioskop kesayangannya.


Roy Marten dapat Peran Pengacara Kaya Raya: ‘Kaya Hotman Paris Lah’

Deskripsi singkat: Roy Marten yang mendapat peran pengacara kaya raya glamor dan nakal mengaku terinspirasi dari Hotman Paris.

Roy Marten dapat Peran Pengacara Kaya Raya: ‘Kaya Hotman Paris Lah’

Aktor kawakan Roy Marten kembali lagi hadir dengan film paling anyarnya dengan judul The Lawyers Pokrol Bambu. Ayah kandung Gading Marten itu memegang peran sebagai seorang pengacara kaya raya. Ia sendiri pertama kali memerankan karater pengacara yang kaya raya.

Hotman Paris Jadi Inspirasinya

Dari puluhan tahun karirnya di dunia seni peran, dan juga puluhan judul film yang telah ia bintangi, menurutnya The Lawyers Pokrol Bambu ini memiliki jalan cerita yang cukup berbeda. “Pertama kali untuk peran pengacara. Karena memang jenis film Indonesia kan tidak banyak coraknya. Tapi ini sebagai suatu ide yang baru, cerita yang baru. Menarik sekali,” katanya saat ditemui di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan akhir-akhir ini.

Ia, di dalam film The Lawyers Pokrol Bambu ini tidak Cuma kaya raya, namun juga pengacara yang nakal. Ketika menceritakan tentang karakternya yang kaya raya dan nakal itu, sambil bercanda ia menyebutkan bahwa dirinya seperti sosok Hotman Paris, pengacara kaya raya Indonesia yang sering mengundang kontroversi karena gayanya yang nakal.

“Seperti biasa, saya main sebagai seorang kaya raya. Lawayer yang kaya, minimal kaya Hotman Paris. Kebetulan peran saya sebagai seorang pengacara yang sukses tapi ya agak nakal gitu,” ungkapnya lagi.

Belajar Juga dari Adiknya yang Seorang Pengacara

Walau ia baru pertama kalinya berperan sebagai pengacara, Roy Marten sedikit banyaknya tahu tentang kehidupan dan juga seluk beluk pekerjaan itu. Adik kandungnya, Chris Salam, adalah seorang pengacara. Dari sang adik ini, ia bisa memperdalam karakternya lagi untuk film The Lawyers Pokrol Bambu. Ia merasa beruntung bisa belajar langsung dari adiknya yang seorang pengacara.

“Dari mana saya tahu kehidupan pengacara? Adik saya kan pengacara, jadi saya tahu kayak apa kehidupan pengacara,” tuturnya.

Pengalamannya di dunia acting memang tak perlu diragukan lagi. Ratusan judul film dan juga karakter sudah dimainkannya. Dan lewat film The Lawyers Pokrol Bambu ini, artinya ia akan memerankan peran yang lain dari yang lainnya.

Peran pengacara yang ia dapatkan dalam film The Lawyers Pokrol Bambu ini bernama RM Wicaksono. Ia adalah Prediksi Bola pengacara yang sukses, kaya raya, dan berkehidupan glamor. Tidak tanggng-tanggung, ia pun mendeskripsikan perannya amat sangat mirip dengan kehidupan pengacara kondang Hotman Paris itu.

“Seperti biasa, saya main (karakter) sebagai orang kaya. Lawyer yang kaya minimal kayak Hotman Paris. Saya (berperan) sebagai pengacara yang glampour dalam praktiknya, saya menggunakan profesi saya sebagai pengacara untuk mendapatkan sesuatu,” imbuhnya.

Walaupun ini adalah pengalaman pertamanya memerankan sosok seorang pengacara, Roy Marten mengaku ia tidak menemui kesulitan dan kendala yang berarti.

Dan salah satu alasan mengapa ia akhirnya mau mengambil peran dalam film The Lawyers Pokrol Bambu itu adalah tema film itu belum pernah diangkat sebelumnya, apalagi di dunia perfilman Indonesia. Temanya adalah hukum di mana ia berharap masyarakat Indonesia bisa teredukasi bahwa dunia pengacara itu pasalnya amat sangat rumit namun sekaligus juga menarik.

“Kalau saya melihat apa yang ingin disampaikan (The Lawyers Pokrol Bambu) behawa dunia pengacara tuh kayak gini loh. Itu portrait dari dunia pengacara. Sangat menarik. Banyak hal yang kita tidak lihat, masalah yang enggak kita tahu, tapi ternyata sangat menarik juga dunia ini,” pungkasnya.

Rencanya film The Lawyers Pokrol Bambu akan serentak diputar tanggal 16 Mei 2019 mendatang.


Bagaimana Arah Poltik ‘Kelamin Ganda’ Demokrat?

Deskripsi singkat: Demokrat yang dinilai abu-abu sekarang memiliki ‘kelamin ganda’ secara politik setelah AHY menemui Jokowi.

Bagaimana Arah Poltik ‘Kelamin Ganda’ Demokrat?

Publik dikejutkan dengan pertemuan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dengan Presiden Joko Widodo yang berlangsung di Istana Kepresidenan. Pertemuan itu, akhirnya memantik sebuah pertanyaan, mungkinkah Demokrat akan pindah koalisi?

Demokrat dan ‘Kelamin Gandanya’

Dalam Pilpres 2019 ini sudah bukan rahasia lagi bahwa Demokrat selama ini menjadi barisan partai pendukung Paslon nomor 02, Prabowo-Sandiaga Uno. Setelah pilpres rampung, kemudian Demokrat diprediksi bakal melakukan maneuver dan besar kemungkinannya akan merapat ke gerbong koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Direktur Eksekutif Charta Politica, Yunarto Wijaya tidak heran apabila AHY, yang datang atas nama Demokrat, mulai melakukan gerakan merapat ke kubu Jokowi. Menurut dirinya, Demokrat juga dulunya terpaksa merapat ke koalisi Prabowo-Sandi karena saat itu pintu koalisi sudah ditutup oleh koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menurut Yunarto, sekarang ini Demokrat ingin melanjutkan komunikasi yang dulunya sempat terbangun untuk menjalin kerja sama. Yang membedakan adalah konteks kerja sama tak lagi untuk menghadapi kompetisi, namun demi untuk berada di dalam satu payung cabinet tahun 2019-2024.

Demokrat Ingin Gabung Jadi Bagian Kabinet

“Pertemuan antara AHY dan Jokowi tak ada yang aneh. Banyak yang menerka ujungnya bakal seperti ini apabila Jokowi menang,” imbuhnya.

Berdasarkan hitung cepat beberapa Lembaga survey, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul di atas Prabowo-Sandiaga. Akan tetapi, Prabowo-Sandi masih juga mengklaim bahwa togel hongkong mereka memenangkan Pilpres berdasarkan hasil perhitungan internal mereka yaitu Tim BPN (Badan Pemenangan Nasional). Yunarto pun menganggap bahwa Demokrat saat ini mengambil langkah yang tepat kalau mereka akhirnya memutuskan untuk bergabung menjadi bagian dari pemerintahan selanjutnya. Menurutnya, popularitas AHY bakal meningkat kalau menjadi anggota cabinet.

Dengan demikian, Demokrat bisa memanen AHY yang pastinya akan lebih popular untuk kontestasi Pilpres 20124. Setelah itu, tinggal AHY tinggal dipoles kembali dalam merangka meningkatkan popularitasnya dan elektabilitas.

Namun menurut Yunarto juga, Demokrat mesti berkaca dari sikapnya selama tahun 2014-2019. Diketahui jika dilihat-lihat lebih detail, Demokrat tak menjadi oposisi yang keras. Mereka pasalnya berada di tengah-tengah saat Gerindra dan PKS beradu narasi dengan koalisi pemerintah, khususnya PDIP.

Ketika Pemilu 2019 juga banyak kader Demokrat yang datang dari berbagai daerah yang malahan mendukung Jokowi-Ma’ruf. Ketua DPD Demokrat Jawa Timur, Sukarwo, adalah salah satunya. Padahal, Demokrat ada di anggota koalisi yang mengusung Prabowo-Sandi.

Sikap itu dinilai membuat Demokrat babak belur di Pemilu 2019 ini. Perolehan suara pilegnya, berdasakan hasil hitung cepat kemarin yang dilakukan oleh beberapa Lembaga survey menunjukkan bahwa Demokrat Cuma mendapat 7-8% suara saja. Diprediksi mereka berada di bawah PKS, PKB, dan juga NasDem.

“Sikap Demokrat selama ini, saya tidak ingin bilang seperti banci, tapi ya dua kelamin secara politik. Mau tidak mau batu loncatannya ya menjadi bagian dari cabinet,” ungkap Yunarto lagi. Ia menganggap bahwa Demokrat tak akan maksimal jika jadi oposisi pemerintahan Jokowi berikutnya. Popularitasnya tak akan jadi signifikan sampai tahun 2024 mendatang.

Menurutnya lagi, selama ini oposisi sudah identik dengan Gerindra dan PKS serta alumni 212 dan juga ormas-ormas Islam garis keras seperti FPI. Peran Demokrat tidak akan terlalu dilihat. “Makanya akan lebih terlihat adalah Gerindra dan PKS. Simbol oposisi kan bukan Demokrat,” ungkapnya.

Dengan merapat ke koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, Demokrat akan bisa mengembalikan popularitas dan elektabilitasnya di mata masyarakat Indonesia.