Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, enggan menanggapi masyarakat yang mana menuntutnya mundur karena dinilai dirinya telah gagal dalam menangani banjir. Tuntutan itu bermunculan sejak banjir  terjadi di beberapa wilayah Jakarta pada hari Selasa lalu (25/2).

Anies Tak Pedulikan Nyinyiran Warga

Sempat juga terpasang spanduk di kawasan Menteng yang mana menampilkan wajah Anies dengan kalimat “Banjir Kotanya, Habis APBD-nya, Tertipu Warganya. Mundur Aja deh.”

Aksi bungkam Anies bungkam Anies bermula setelah ia menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan bersama dengan Komisi X DPR RI yang bertempat di Kompleks Parlemen, Jakarta tepatnya hari ini, Kamis (27/2). Setelah rapat, Anies kemudian meladeni permintaan toto togel wawancara yang diminta oleh para awak media.

Akan tetapi, ia Cuma menjelaskan soal kronologi rapat yang saat itu membahas Revitalisasi Taman Ismail Marzuki. Ketika wawancara masuk ke topic soal banjir, Anies hanya menjelaskan bahwa itu sudah berlalu. “Alhamdulillah sekarang ini sudah bisa dikatakan surut. Ada beberapa tempat pengungsian yang masih aktif, biasanya ditempati malam hari karena siang hari warga ke rumah untuk membersihkan,” ungkap Anies bertempat di Gedung DPR, Kamis (27/2).

Dilansir dari CNN Indonesia, ketika ditanyai soal bagaimana tanggapannya tentang permintaan mundur dari para warga termasuk juga spanduk di Menteng, Anies Cuma diam. Ia berusaha menerobos barisan wartawan. “Cukup, ya,” ungkap mantan Mendikbud tersebut.

Di jalan keluar gedung Nusantara I DPR RI, ia sempat ditanyai lagi perihal yang sama. Akan tetapi, ia tak memberikan satu patah kata pun soal tuntutan mundur itu. Ia Cuma membalasnya dengan senyuman. Akhirnya ia berhasil keluar dari kejaran para wartawan. Steelah itu ia juga meninggalkan Kompleks Parlemen dengan mobil dinasnya.

Desakan Mundur Karena dianggap Tak Bisa Tangani Banjir

Sebelumnya memang sudah terjadi polemic bahwa Anies dinilai tak bisa menangani banjir di DKI Jakarta. Polemic itu dari tuntutan warga ke jalur hukum sampai dengan spanduk yang meminta Anies mundur saja dari jabatannya itu.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menerima desakan mundur dari beberapa kalangan masyarakat di Jakarta. Misalnya saja pada hari Rabu (26/2), massa bersatu dalam aksi yang menamakan dirinya Gerakan Rabu Orange di mana mereka melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta. Mereka di sana menuntut agar Anies lengser saja dari jabatannya karena ia dinilai gagal menanangi banjir yang terjadi di Jakarta yang kian parah.

Tak Cuma itu, ada kelompok warga yang mana membentangkan spanduk meminta ANies untuk mundur. Spanduk tersebut dipasang di Jalan Kimia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, hari Rabu (26/2) kemarin. Spanduk tersebut mencantumkan wajah gubernur itu dengan kata-kata “Banjir Kotanya, Habis APBD-nya, Tertipu Warganya. Mundur Aja deh.”

Salah seorang pedagang di Jalan Kimia mengaku tak tahu menahu kapan spanduk itu dipasang. “Saya kemarin tutup jam 11 malam belum ada (spanduk), tadi pagi udah ada,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia hari Rabu (26/2).

Menurutnya, di jalan itu memang sering dipasangi spanduk-spanduk, terlebih saat musim pemilu tiba. “Yang ini enggak tahu siapa yang masang. Tapi biasanya kalau gini juga hilang, diambil sama pemulung,” tukasnya.

Tak Cuma spanduk yang meminta Anies mundur, bahkan tak jauh dari spanduk itu terdapat spanduk dengan tulisan “Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI Jiwasraya, Asabri, Bumi Putera, Rakayasa Industri (Panca Amara Utama dan Bank Mandiri) dan Kilang Ppt.”