Badan reserse kriminal atau bareskrim Polri berencana untuk melakukan gelar perkara terkait dengan peningkatan status saksi penerima penerima dana dalam kasus pembobolan saldo rekening milik atlet esport windalunardi yang besarnya mencapai Rp.22 miliar jangan disimpannya di Maybank.

Polri Bakal Gelar Perkara Maybank

Kepala Biro penerangan masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono berkata bahwa mereka merupakan pihak-pihak yang diduga mendapatkan aliran dana dari kepala cabang Maybank Cipulir yang memiliki inisial AT yang telah jadi tersangka dalam kasus ini. “ dalam waktu dekat Direktorat tindak pidana ekonomi khusus pelaksanaan gelar perkara terkait dengan peningkatan status saksi-saksi penerima dana,” ungkap Awi kepada wartawan tepatnya di Mabes Polri, Jakarta, pada hari Senin (23/11) kemarin, dilansir dari CNN Indonesia.

Akan tetapi Dirinya belum bisa menuturkan lebih lanjut lagi Berapakah jumlah pihak yang bakal dijerat jadi tersangka di dalam kasus pelik Maybank yang satu ini. Dan dirinya juga belum bisa memastikan soal waktu gelar perkara tersebut. Menurutnya sekarang ini penyidik syair sgp masih melakukan pendalaman dan juga melakukan pelacakan aset yang dimiliki oleh Tetangga AT.

“jadi saya belum bisa sampaikan sekarang ini berapa orang yang bakal dijadikan tersangka karena mendahului pendidikan. Kita sekarang sama-sama Tunggu bagaimana keputusannya hasil penyelidikannya terkait dengan tracing asset yang sudah dilaksanakan penyidik. Tentu saja nanti kita bakal sampaikan hasilnya,” lanjut Awi.

AT Tersangka Lakukan Ini  Untuk Kepentingan Pribadi

Seperti yang diketahui, AT  yang mana merupakan tersangka dalam kasus Maybank saat ini mengakui bahwa dirinya sudah membeli polis asuransi yang besarnya Rp.6 miliar. Dan direktur tindak pidana ekonomi khusus bareskrim Polri Brigadir Jenderal Hemly Santika memberikan keterangan bahwa hanya pembelian polis asuransi tersebut dilakukan untuk bisa membesarkan namanya dan juga memenuhi target cabang. Menurutnya, hal itu dilakukan oleh tersangka AT hanya untuk kepentingannya seorang. 

Ia juga menerangkan bahwasanya asuransi itu kemudian dibuat AT  atas nama Herman Lunardi, yang tidak lain adalah Ayah dari tersangka sendiri dan kemudian dicairkan ke rekening Herman sejumlah Rp. 4.8 miliar rupiah. 

Akan tetapi Helmi sendiri mengatakan bahwa pengelolaan rekening itu dilakukan tersangka tanpa sepengetahuan korban. Pengakuan tersebut mengkonfirmasi pernyataan dari kuasa hukum Maybank yakni Hotman Paris Hutapea yang mengatakan bahwa kasus ini mempunyai beberapa kejanggalan. Beberapa kejanggalan itu misalnya ada aliran dana yang datang dari rekening Winda ke Prudential akan tetapi ditransfer oleh a untuk membeli polis asuransi yang nilainya Rp. 6 miliar.

Hotman juga menduga bahwa tersangka sudah melakukan praktek permainan “bank dalam bank” dengan cara mengakses uang yang dimiliki oleh nasabah. Oleh karena itulah dirinya meminta supaya polisi mengklarifikasi semua pihak yang mana diduga mendapatkan atau menerima aliran dana tersebut.

Selaku kuasa hukum dari Maybank Hotman Paris juga memastikan bahwa kliennya bakal mengganti saldo yang dimiliki oleh Winda dia ngerakit sebanyak 22 miliar itu. Penggantian saldo itu dilakukan sebagai salah satu dari iktikad baik Maybank Indonesia. 

“Dia ( Maybank Indonesia) mau bayar, Maybank bersedia bayar, Walaupun ada keganjilan yang parah,” begitulah ucap Hotman dalam sebuah wawancara cara yang dilakukan dengan Kompas TV dilansir dari CNN Indonesia pada tanggal 13 November 2020 yang lalu. Iya  menyatakan bahwa Maybank Indonesia bersedia untuk membayar asalkan Adek sebuah kesepakatan yang juga saling menguntungkan untuk kedua belah pihak.