Author: <span class="vcard">jazzinbr</span>

Persib yang Berlini Solid Kalahkan Mitra Kukar

Solidnya lini pertahanan dari kesebelasan Persib Bandung menjadi kunci mereka bisa meraih 3 poin perdana pada Liga 1 2018 setelah mereka mengalahkan Mitra Kukar dalam pekan ketiga ajang Liga 1 2018 yang dihelat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, hari Minggu (8/4/18).

Rahasia Kemenangan Persib Bandung

Kehadiran sang pelatih Roberto Carlos Mario Gomez sungguh-sungguh menjadi faktor kemenangan klub yang dijuluki Maung Bandung tersebut. Persib sendiri meraih kemenangan togel online pertamanya pada Liga 1 musim ini dalam debut Mario Gomez pada Liga 1 2018.

Dalam pertandingan itu, Persib pasalnya tampil seperti biasanya ketika melakoni laga kandang. Mereka sendiri menyerang pertahanan lawan sejak menit-menit awal pertandingan.

Yang membedakan permainan Persib kali ini dengan 2 laga yang sebelumnya, khususnya ketika laga kandang melawan PS TIRA adalah kedisiplinan barisan pertahanan juara dari Liga Indonesia sebanyak 2 kali itu.

Saat melawan Mitra Kukar, Mario Gomez berani dengan memainkan 4 debutan pada musim ini. Empat debutan tersebut adalah Adi Idrus, Indra Mustafa, Al Amin Fisabilah, dan juga Muhammad Natsir sang kiper. Ardi, Al Amin dan Indra adalah pemain yang melakoni debut perdananya sebagai pemain Persib dalam pertandingan tersebut.

Di jantung pertahanan Persib, Fisabillah pasalnya tampil solid dengan berduet dengan Malisic. Lalu performa keduanya membuat pemain-pemain menyerang sang lawan, Mitra Kukar, seperti Fernando Ortega, Hendra Bayauw, serta Dedy Hartono yang tidak hanyak berkutik. Kiper Muhammad Natsir pun nyaris tak berkutik di babak pertama laga ini.

Sementara itu, dua fullback, Ardi Idrus dan Henhen Herdiana, rajin membantu seragan. Namun meski demikian, keduanya juga tak lupa untuk kembali turun ketika kehilangan bola.

Bahkan Mitra Kukar tetap tak mampu menjebol gawang milik Persib Bandung saat Malisic ditarik keluar dan akhirnya digantikan debutan yang lainmya yakni Indra Mustafa pada menit ke-59 karena dirinya mengalami cedera pendarahan di hidung.

Bermain dengan Sangat Baik

Hal-hal itu sepertinya menunjukkan Persib sudah mendapatkan komposisi yang sangat tepat di lini belakang. Sesuatu yang tak ditemukan di 2 pertandingan yang sebelumnya. Dikarenakan rapinya lini pertahanan, lini serang dari Pangeran Biru bisa leluasa menggempur benteng pertahanan dari Mitra Kukar.

Sementara itu, di lini tengah, Ghozali Siregar akhirnya bisa mengambil alih peran dari Febri Hariyadi pada sisi kiri permainan dengan sangat baik. Winger dari Timnas Indonesia tersebut harus absen karena dirinya baru saja pulih dari demam.

Kecepatan dan juga umpan-umpan lambung dari Ghozali dengan kedua kakinya sungguh menjadi salah satu senjata Maung BamdunBandung melawan Mitra Kukar. Pemain senior, Supardi Nasir yang mana kembali lagi dimainkan di posisi sayap kanan juga tak kalah agresifnya. Seandainya lebih tenang lagi, Supardi malahan bisa membuat Persib Bandung unggul lagi setelah berhadapan dengan kiper Yoo Jaehoon pada babak pertama. Sayangnya, tendangannya masih bisa diblok kaki kiri oleh Jaehoon.

Jonathan Bauman pemain asing di Persib Bandung juga tak kalah mengesankannya saat mencoba membongkar benteng pertahanan Naga Mekes. Pemain asal Argentina tersebut tak saja memanjakan Ezechiel N’Douassel di lini depan dengan umpan-umpannya yang terukur, namun juga pemecah kebuntuan.

Gol pembuka Persib di menit ke-53 lahir karena kejelian Bauman yang mampu memanfaatkan bola liar sundulan dari N’Douassel yang juga memanfaatkan sepak pojok dari Supardi. Sementara itu gol kedua mereka tercipta karena tendangan bebas dari Oh In Kyun yang mana membentur pagar pemain Mitra Kukar pada menit ke-61.


Lima Film Legendaris Aktor Senior Deddy Sutomo

Sekarang ini dunia perfilman Indonesia sedang dilanda kabar duka karena aktor senior legendaris Deddy Sutomo, meninggal dunia pada hari Rabu (18/4) pagi. Di usia ke-76 tahun, Deddy menghembuskan nafas terakhirnya.

Nama aktor yang berasal dari Jakarta itu telah lama dikenal di dunia perfilman Indonesia sejak era 1970an. Semenjak itu, Deddy terus bergelut di dunia seni peran sampai akhir hayatnya. Di tahun 2015 kemarin, ia bahkan meraih penghargaan sebagai Aktor Utama Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia 2015 berkat perannya sebagai Mahmud di dalam film berjudul Mencari Hilal.

Deddy pun tercatat telah membintangi kurang lebih 44 judul film dan juga 2 serial TV. Di antara puluhan film yang telah dibintanginya, ada 5 buah judul film yang cukup ikonis dan legendaris yang pernah dibintanginya. Di bawah ini ada 5 judul film yang berhasil membuat namanya melambung.

Mencari Hilal (2015)

Mencari Hilal menceritakan Mahmud (Deddy Sutomo) yang tengah berjuang menerapkan perintah agama yang dianutnya, agama Islam. Selama ia hidup, ia terus berdakwah supaya orang-orang percaya bahwa Islam adalah solusi masalah hidup.

Di dalam film ini kualitas akting dari Deddy tak diragukan lagi. Karena aktingnya yang ciamik, ia mendapatkan penghargaan sebagai Aktor Utama Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2015.

Tanda Tanya (2011)

Tanda Tanya adalah film yang menceritakan konflik agama yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Di dalam cerita tersebut terdapat 3 keluarga yang  memiliki agama yang berbeda-beda. Dan di film ini Deddy Sutomo memerankan pastor gereja. Beberapa kali juga Deddy tampil sebagai seorang pastor yang tengah memimpin doa dan ibadah.

Selain tayang di Indonesia, film ini juga ditayangkan di beberapa negara. Film Tanda Tanya ini berhasil mendapatkan nominasi di 9 kategori Piala Citra di ajang Festival Film Indonesia 2011.

Tutur Tinular III (1992)

Tutur Tinular III yang tayang pada tahun 1992 itu menceritakan Kerajaan Majapahit di Indonesia. Arya Dwipangga yang diperankan oleh Baron Hermanto mengacaukan Majapahit guna membalas dendam pada Kamandanu yang diperankan oleh Sandy Nayoan. Pertikaian yang besar akhirnya terjadi setelah kekacauan itu.

Setelah itu, Empu Lungga yang diperankan oleh Deddy merawat Kamandanu bersama dengan anaknya. Empu Lungga dalam cerita ini berhasil menyembuhkan Kamandanu dengan kemampuannya.

Buaya Putih (1982)

Pada tahun 1982, sebuah film tentang seekor buaya putih yang ada di sungai di mana buaya itu sangat suka menenggelamkan orang ke dasar sungai dirilis. Juleha yang diperankan oleh Yatie Octavia adalah anak dari Kadir yang diperankan oleh Syamsuri Kaempuan. Malangnya, ia menjadi salah satu korban buaya putih tersebut.

Beruntungnya, Komar (Deddy Sutomo) datang untuk menolong Juleha. Komar di dalam film ini diceritakan sebagai pawang buaya putih yang akhirnya mengetahui bahwa buaya putih tersebut ternyata adalah siluman buaya.

Pandji Tengkorak (1971)

Pandji Tengkorak menceritakan seorang yang bernama Kebobeok yang diperankan oleh Maruli Sitompul yang menyamar dengan mengenakan topeng tengkorak untuk mencuri pedang pusaka dari seorang guru silat.

Dewi Bunga togel hongkong yang diperankan oleh Shan Kuang Ling Fung menjadi seorang murid guru. Ia ingin membalas dendam pada Pandji Tengkorak. Dan dalam misinya membalas dendam itu, Dewi malah dikeroyok oleh anak buahnya Keboboek. Pandji Tengkorak yang asli yang diperankan oleh Deddy Sutomo langsung membantu Dewi.

Pandji Tengkorak sendiri menjadi salah satu film yang berhasil mendongkrak nama Deddy di dunia perfilman.