Category: Film Indonesia

Rilis Poster Perempuan Tanah Jahanam Joko Anwar Janji Beri Kejutan

Deskripsi singkat: Setelah merilis poster film Perempuan Tanah Jahanam, Joko Anwar janji akan memberikan kejutan pada penontonnya.

Rilis Poster Perempuan Tanah Jahanam Joko Anwar Janji Beri Kejutan

Lepas mencetak  rekor sebagai film paling laris di tahun 2017 lalu melalui filmnya berjudul Pengabdi Setan, Joko Anwar sekali lagi ingin memanjakan penikmat film horror di tanah air atau bahkan di dunia lewat film horror terbarunya berjudul Perempuan Tanah Jahanam.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Joko Anwar sudah beberapa kali menghasilkan masterpiece pada genre horror, misalnya Modus Anomali (2012) dan Pintu Terlarang (2009). Meraih penonton yang jumlahnya lebih dari 4 juta pasang mata, tentu saja Pengabdi Setan langsung resmi menjadi film tersukses tahun 2017 lalu. Dan baru-baru ini, ia membagikan poster perdana dari film horror terbarunya yang bertajuk Perempuan Tanah Jahanam.

Poster Baru, Kejutan Baru

Ia yang sudah sering terlihat berkolaborasi dengan Tara Basro ini kembali lagi berkolaborasi dengan Tara Basro. Namun bukan Joko Anwar nampaknya kalau tidak bisa memberikan sebuah kejutan baru di setiap filmnya. “Gue kalo udah bikin film, kan, enggak pernah mau sama ya. Nah, walaupun sama-sama mengusung film horror, di Perempuan Tanah Jahanam ini berbeda. Kalo ini benar-benar mendebarkan jantung dari awal. Secara atmosfer sudah berbeda,” katanya mencoba meyakinkan para penontonnya.

Kalau masih ingat, di Pengabdi Setan memang scene-scenenya sukses memberikan kengerian tersendiri yang mutlak. Meskipu begitu, penonton togel hongkong masih dikasih kesempatan untuk bernapas. Di film Perempuan Tanah Jahanam ini, lain. Joko Anwar siap untuk menyuguhkan kengerian dari awal sampai dengan akhir filmnya.

Film Perempuan Tanah Jahanam ini menceritakan soal perempuan kota yang kembali lagi ke daerah asalnya demi untuk mendapatkan warisan. Ternyata, penduduk kampung halamannya sudah lama mencarinya demi mengakhiri sebuah kutukan di desanya itu. Sudah bisa dipastikan, wanita itu adalah Tara Basro yang sudah sering menjadi tokoh sentral di film-film yang disutradarai oleh sutradara 43 tahun ini.

Kolaborasi antara Joko Anwar dan Tara Basro ini memang sudah sering terlihat. Untuk film horror terbaru ini, Joko Anwar menyebut bahwa Tara tetap harus menjalani proses audisi juga. “Tara Basro audisi, jadi, semua di sini ya audisi. Mungkin satu karakter itu ada sekitar ya 20 orang yang kita audisi. Jadi, memang yang dapet dia,” ungkapnya.

Telah melengkapi deretan pemeran melalui proses audisi selama kurang lebih 5 bulan, film horror terbarunya ini siap memulai produksi pada bulan Maret tepatnya tanggal 2 MAret 2019. Dipastikan Joko Anwar bakal memberikan plot twist dan juga hiburan yang seru di filmnya ini.  

Joko Anwar juga telah membagikan poster film Perempuan Tanah Jahanam ke media sosial miliknya yaitu di akun Twitter pribadinya. Selain merilis poster filmnya, ia juga membocorkan pemain-pemain yang terlibat di dalamnya. Ternyata film ini sudah dipersiapkannya sejak tahun 2008. Wow, keren!

Tidak hanya Tara Basro saja yang menjadi bintang di film ini namun juga Christine Hakim, Ario Bayu, dan Marissa Anita.

Sementara itu, film Perempuan Tanah Jahanam ini diproduksi oleh Ivanhoe Pictures dengan BASE Entertainment, CJ Entertainment,dan juga Rapi Film. Selain film Perempuan Tanah Jahanam yang juga dikenal dengan judul Impetigore, Joko Anawar juga akan segera mengerjakan film The Vow dan juga Ghost in the Cell yang masih dalam naungan produksi yang sama juga. Akhir tahun ini rencananya para pecinta film Joko Anwar akan sudah bisa menyaksikan Perempuan Tanah Jahanam di bioskop-bioskop kesayangannya.


Roy Marten dapat Peran Pengacara Kaya Raya: ‘Kaya Hotman Paris Lah’

Deskripsi singkat: Roy Marten yang mendapat peran pengacara kaya raya glamor dan nakal mengaku terinspirasi dari Hotman Paris.

Roy Marten dapat Peran Pengacara Kaya Raya: ‘Kaya Hotman Paris Lah’

Aktor kawakan Roy Marten kembali lagi hadir dengan film paling anyarnya dengan judul The Lawyers Pokrol Bambu. Ayah kandung Gading Marten itu memegang peran sebagai seorang pengacara kaya raya. Ia sendiri pertama kali memerankan karater pengacara yang kaya raya.

Hotman Paris Jadi Inspirasinya

Dari puluhan tahun karirnya di dunia seni peran, dan juga puluhan judul film yang telah ia bintangi, menurutnya The Lawyers Pokrol Bambu ini memiliki jalan cerita yang cukup berbeda. “Pertama kali untuk peran pengacara. Karena memang jenis film Indonesia kan tidak banyak coraknya. Tapi ini sebagai suatu ide yang baru, cerita yang baru. Menarik sekali,” katanya saat ditemui di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan akhir-akhir ini.

Ia, di dalam film The Lawyers Pokrol Bambu ini tidak Cuma kaya raya, namun juga pengacara yang nakal. Ketika menceritakan tentang karakternya yang kaya raya dan nakal itu, sambil bercanda ia menyebutkan bahwa dirinya seperti sosok Hotman Paris, pengacara kaya raya Indonesia yang sering mengundang kontroversi karena gayanya yang nakal.

“Seperti biasa, saya main sebagai seorang kaya raya. Lawayer yang kaya, minimal kaya Hotman Paris. Kebetulan peran saya sebagai seorang pengacara yang sukses tapi ya agak nakal gitu,” ungkapnya lagi.

Belajar Juga dari Adiknya yang Seorang Pengacara

Walau ia baru pertama kalinya berperan sebagai pengacara, Roy Marten sedikit banyaknya tahu tentang kehidupan dan juga seluk beluk pekerjaan itu. Adik kandungnya, Chris Salam, adalah seorang pengacara. Dari sang adik ini, ia bisa memperdalam karakternya lagi untuk film The Lawyers Pokrol Bambu. Ia merasa beruntung bisa belajar langsung dari adiknya yang seorang pengacara.

“Dari mana saya tahu kehidupan pengacara? Adik saya kan pengacara, jadi saya tahu kayak apa kehidupan pengacara,” tuturnya.

Pengalamannya di dunia acting memang tak perlu diragukan lagi. Ratusan judul film dan juga karakter sudah dimainkannya. Dan lewat film The Lawyers Pokrol Bambu ini, artinya ia akan memerankan peran yang lain dari yang lainnya.

Peran pengacara yang ia dapatkan dalam film The Lawyers Pokrol Bambu ini bernama RM Wicaksono. Ia adalah Prediksi Bola pengacara yang sukses, kaya raya, dan berkehidupan glamor. Tidak tanggng-tanggung, ia pun mendeskripsikan perannya amat sangat mirip dengan kehidupan pengacara kondang Hotman Paris itu.

“Seperti biasa, saya main (karakter) sebagai orang kaya. Lawyer yang kaya minimal kayak Hotman Paris. Saya (berperan) sebagai pengacara yang glampour dalam praktiknya, saya menggunakan profesi saya sebagai pengacara untuk mendapatkan sesuatu,” imbuhnya.

Walaupun ini adalah pengalaman pertamanya memerankan sosok seorang pengacara, Roy Marten mengaku ia tidak menemui kesulitan dan kendala yang berarti.

Dan salah satu alasan mengapa ia akhirnya mau mengambil peran dalam film The Lawyers Pokrol Bambu itu adalah tema film itu belum pernah diangkat sebelumnya, apalagi di dunia perfilman Indonesia. Temanya adalah hukum di mana ia berharap masyarakat Indonesia bisa teredukasi bahwa dunia pengacara itu pasalnya amat sangat rumit namun sekaligus juga menarik.

“Kalau saya melihat apa yang ingin disampaikan (The Lawyers Pokrol Bambu) behawa dunia pengacara tuh kayak gini loh. Itu portrait dari dunia pengacara. Sangat menarik. Banyak hal yang kita tidak lihat, masalah yang enggak kita tahu, tapi ternyata sangat menarik juga dunia ini,” pungkasnya.

Rencanya film The Lawyers Pokrol Bambu akan serentak diputar tanggal 16 Mei 2019 mendatang.


100% Produksi Indonesia, ‘WIRO SABLENG’ Pukau Fox

Ada satu hal yang begitu bikin penasaran saat proyek WIRO SABLENG dirilis. Tak lain adalah keterkaitan Fox International Productions (FIP) yang merupakan anak perusahaan 20th Century Fox Film Corporation dalam proses produksinya. Digaet oleh anak perusahaan entertainment raksasa Hollywood, WIRO SABLENG jelas memiliki daya tarik yang tinggi. Namun meskipun ada Hollywood yang campur tangan, Sheila Timothy selaku produser menyatakan jika WIRO SABLENG digarap oleh orang Indonesia asli.

 

“100 persen proses penggarapannya dikerjakan oleh orang Indonesia baik produksi maupun pascaproduksi. Mereka terkesima dengan apa yang kami buat dan profesionalisme kami. Mereka salut ketika kami melaporkan jadwal produksi dan lain-lain,” papar perempuan yang akrab disapa Lala ini, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Siap diluncurkan di akhir tahun 2018, WIRO SABLENG saat ini mencapai 80%. Dirinya pun sudah semakin sering berkunjung ke FIP untuk melaporkan proses pengerjaan film. Sebagai film dewa poker online Indonesia pertama yang bekerja sama dengan Fox, Tomas Jegeus selaku Presiden FIP pun tak masalah menggelontorkan uang berapapun demi WIRO SABLENG. Lala sempat menyebutkan kalau biaya produksi film yang diadaptasi dari karya Bastian Tito ini menyentuh lebih dari USD 2 juta (sekitar 26,6 miliar).

 

Untuk bagian Computer Graphic Image (CGI), tim efek visual dikepalai Budi Baihaqi yang mengatur sekitar 60 seniman efek visual dari beberapa perusahaan. LifeLike Pictures menggaet beberapa studio grafis dari Solo, Yogyakarta, Bandung, Depok hingga Tangerang. Pemeran Kalingundil di WIRO SABLENG yakni Dian Sidik bahkan menyebutkan kalau mereka memiliki kejutan dari bagian CGI yang memang berkualitas internasional.

 

Musuh-Musuh ‘WIRO SABLENG’

 

Kendati masih baru dirilis di jelang akhir tahun 2018, WIRO SABLENG sudah merilis cuplikan perdana film yang diarahkan Angga Dwimas Sasongko itu. Dari cuplikannya terlihat tiga karakter utama yakni Wiro Sableng (Vino G Bastian), Anggini (Sherina Munaf) yang adalah murid Dewa Tuak (Andi /Rif) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi), keponakan Dewa Ketawa.

 

Tak berselang setelah itu, WIRO SABLENG mengungkapkan para pendekar golongan hitam yang akan jadi musuh Wiro yaitu Mahesa Birawa (Yayan Ruhian), mantan murid Sinto Gendeng (Ruth Marini) yang berkhianat. Lalu ada Kalingundil, kepala perampok anak buah Mahesa dan salah satu musuh Wiro, Werku Alit (Lukman Sardi). Karakter lain yang dimunculkan adalah Kakek Segala Tahu (Yayu Undru), Kamandaka (Dwi Sasono) dan adiknya Rara Murni (Aghinny Haque), ibu dari Wiro yaitu Suci (Happy Salma).

 

‘Game of Thrones’ Pengaruhi ‘WIRO SABLENG’

 

Diadaptasi dari buku seri Wiro Sableng yang terdiri dari 185 judul dan diterbitkan sejak 1967-2006, WIRO SABLENG adalah salah satu proyek film ambisius. Memperlihatkan abad ke-16 saat Kerajaan Padjajaran masih berkuasa, WIRO SABLENG rupanya mengambil referensi serial TV hits, Game of Thrones untuk menyuguhkan pertarungan dan pergerakan politik di masa lampau.

 

“Saya suka Game of Thrones karena universe-nya jelas. Ada kerajaannya dan mengapa serta bagaimananya jelas. Kami membuat WIRO SABLENG menjadi seperti itu. Kerajaan itu suka melakukan pergerakan politik untuk kepentingannya dan terkadang meminta bantuan golongan hitam yang bermarkas di hutan atau pegunungan. Golongan putih pun ikut campur ketika keadaan sangat kacau. Seperti itu universe WIRO SABLENG,” papar Lala panjang lebar. Lala sendiri selain jadi produser juga bertanggung jawab sebagai penulis naskah bersama Seno Gumira Ajidarma dan Tumpal Tampubolon.