Category: Movie

Jelajah Film Fantasi The Nutracker And The Four

Film The Nutracked And The Four Realms diangkat dari sebuah dongeng karya E.T.A Hoofmann pada tahun 1816. Dongeng ini dulu berjudul The Nutracker and The Mouse king. Dongeng prajurit ini mencapai kesuksesan ketika diangkat ke dalam pertunjukan balet. Sebelumnya pernah ada film yang mengangkat cerita yang hampir serupa yaitu Barbie In The Nutracker. Film togel online ini diperankan tokoh utama oleh Mackenzie Foy sebagai Clara. Film yang diproduksi dari disney ini membuat para penonton terpesona dengan alur cerita bak benar-benar layaknya cerita dongeng. Kesuksesan film ini disutradarai oleh Lasse Hallstrom dan Joe Johnston.

Film Bergenre Cerita Dongeng

Malam natal disambut sukacita oleh setiap orang, akan tetapi berbeda bagi Clara (Mackenzie Foy). Sepeninggal ibunya, Clara merasa separuh hidupnya hilang, hancur, sepi, dan hampa menjalani hari-harinya. Sampai suatu hari datanglah Godfather Drosselmeyer (Morgan Freeman) yang memberikan sebuah hadiah benang emas kepada Clara.

Benang emas tersebut sepeninggal dari ibunya yang akan mengantarkan Clara ke sebuah pintu pararel ajaib. Disana terdapat empat pintu diantaranya Land of Snowflakes, Land of Flower, dan Land of Sweet yang akan menjadi bagian dari petualngannya. Clarapun disambut bak seorang putri kerajaan di dunia tersebut.

Clara tak menyadari bahwa isi dari dunia tersebut diciptakan oleh ibunya. Saat petualangannya ke pintu pararel terakhir tiba-tiba suasana berubah menjadi kelam, gelap, serta kumuh. Disana juga terdapat seorang wanita yang jahat dan culas yang bernama Mother Ginger. Kemudian Clara bertemu dengan seseorang yang akan membantunya mengahadapi di dunia yang cukup seram tersebut. Philiplah yang bersama Clara bekerjasama dalam melawan Mother Ginger demi menyelamatkan serta menjaga dunia yang telah diciptakan oleh ibunya.

Petualangan Dunia Fantasi ala The Nutracker And The Four

Kisah ini berpusat pada seorang gadis berusia 14 tahun yang bernama Clara memiliki ketertarikan di bidang sains dan fisika. Sayangnya Clara menjadi piatu saat natal tiba, ayahnya memberikan sebuah hadiah dan beberapa pesan dari mendiang sang ibu. Hadiah yang diterima berupa telur yang masih dalam keadaan terkunci.

Telur tersebut memiliki lambang “D” yang mengingatkanya pada seorang ayah baptisnya yaitu Drosselmeyer. Ia segera menemui untuk mencari sebuah kunci tersebut. Perjalanan dalam pencarian kunci tersebut yang menghantarkan Clara ke dunia pararel yang misterius. Dalam perjalannya ia ditemani seorang prajurit yang bernama Philip. Kunci tersebut akan menghantarkan Clara ke tujuan yang sebenarnya untuk menjawab semua pertanyaan dalam benaknya.

Akting dari Mackenzie Foy sebagai Clara sangat elegan dan cantik saat ditonton. Tapi ada adegan yang terasa agak kurang natural yang diperankan oleh Jayden Fowora-Knight. Film ini menggunakan CGI yang luar biasa bagusnya. Aksen kental inggris para pemain menjelaskan bahwa latar belakang tempat diambil disekitar kota London. Bagi orang dewasa cerita ini mungkin terlalu ringan dengan ending yang cukup mudah untuk ditebak. Sedangkan bagi anak-anak sampai remaja kisah ini dapat dinikmati keseluruhannya dengan menyenangkan.

Film yang diproduksi oleh Disney memanjakan para penonton yang menyukai film yang bernuansa fantasi seperti cerita-cerita dalam dongeng.Film yang disutradarai oleh Lasse Hallstroem dan Joe Johnston ini juga menambah apik dengan adegan spesial berupa ballet yang diperankan oleh Misty Copeland dan Sergei Polunin. Jadi film ini cocok untuk kalian yang menyukai dunia fantasi maupun cerita dongeng.


Rating Drama Pretty Noona Who Buys Me Food Kian Merosot

Rating para pemirsa yang menonton drama Pretty Noona Who Buys Me Food dilaporkan kian menurun. Drama ini pasalnya sempat menarik perhatian para pecinta drama Korea dalam beberapa pekan belakangan ini.

Rating Makin Menurun Tiap Episodenya

Pada hari Minggu (6/5) dilansir dari CNN Indonesia, perusahaan penelitian Nielsen Korea mengungkapkan bahwa episode 12 yang mana ditayangkan di jTBC  pada hari Sabtu. 5 Mei 2018 mendapatkan rating penonton sebanyak 5,520%. Total itu mengalami sedikit penurunan ketimbang episode 11 yang ratingnya bahkan bisa mencapai 5,637%.

Sebelumnya, drama ini juga sempat mencetak rating paling tinggi yakni 6,187% dengan episode ke-9 nya yang disiarkan pada tanggal 27 April yang lalu. akan tetapi sayangnya, di episode-episode sesudahnya, rating drama Pretty Noona Who Buys Me Food ini malah terus menurun.

Masih dilansir dari CNN Indonesia, episode paling baru drama yang dibintangi oleh Jung Hae In dan juga So Ye Jin ini menunjukkan Yoon Jin Ah (Son Ye Jin) bertemu dengan ayah dari kekasihnya, Seo Joon Hee (Jung Hae In). seo Joon Hee kemudian marah melihat pacarnya dan ayahnya bersama.

Sebab Rating Turun

Banyak orang yang berpendapat bahwa penurunan rating ini disebabkan oleh cerita dari drama ini yang makin lama makin membosankan dan repetitif. “Karena drama ini membosankan. Ibunya keterlaluan di sana, kau merasa kasihan pada Kyungsun, kau juga merasa lebih kasihan lagi pada Joon Hee, dan Jin Ah adalah karakter tipikal yang sangat menjengkelkan yang bisa kau lihat di mana saja. Tak ada yang bisa dilihat tentang drama ini selain parasnya yang cantik dari Son Ye Jin,” tulis seorang warganet di sebuah kolom artikel.

Sementara itu, warganet yang lainnya mengatakan, “Ceritanya terlalu dipaksakan dan itu sudah keterlaluan. Plot yang seperti itu seharusnya mengalir secara natural akan tetapi saya malah merasa seperti saat drama ini mulai populer, mereka malahan mulai memaksakan semua plotnya berantakan di mana-mana. Tebakan saya, mereka mengedit plot aslinya untuk memasukkan semuanya ini. mereka seharunya tak perlu melakukan hal ini.”

Tidak hanya satu dua warganet saja yang menulis komentarnya. Yang lainnya juga. “Drama ini terlalu terpaku pada mantan kekasih, penolakan ibu, dan juga pelecehan seksual di tempat kerja. Jelas saja itu sagat membosankan dan tak ada kemajuan dalam plotnya. Itu hanya menyenangkan ketika mereka (Seo Joon Heed an Yoon Jin Ah) masih masa pendekatan,” ucap yang lainnya lagi.

Di sisi yang lainnya, penurunan rating Pretty Noona Who Buys Me Food ini terjadi sesudah aktor utamanya, Jung Hae mendapatkan reaksi raja poker yang buruk dari public belakangan ini karena ia berdiri tepat di tengah dan ia menutupi para senior ketika foto bersama dengan pemenang-pemenang Baeksang Arts Awards 2018/

Aktor itu dikritik pedas karena biasanya yang berdiri di posisi tengah itu adalah para pemenang utama dari ajang penghargaan perfilman dan drama itu. dalam sebuah video, terlihat kalau Jung Hae In mencoba untuk tetap berdiri tepat di tengah padahal ia hanya memenangkan penghargaan popularitas.

Padahal sebelumnya, diharapkan bahwa drama Pretty Noona Who Buys Me Food ini akan menjadi primadona melodrama di tahun 2018 sejak tayang pada tanggal 30 Maret 2018 lalu. sayang jika rating terus turun, mungkin tak bisa menjadi drama primadona melodrama 2018.


Sukses Besar, Paramount Siapkan Sekuel ‘A QUIET PLACE’

Kalau ada film yang berhasil jadi kuda hitam di musim semi ini, mungkin diberikan pada A QUIET PLACE. Dengan budget produksi hanya USD 17 juta, film yang diarahkan John Krasinski itu meraih pendapatan global mencapai USD 235 juta. Pundi-pundi box office menggiurkan itu jelas membuat bos Paramount Pictures yakni Jim Gianopulos tersenyum lebar. Hampir satu bulan sejak dirilis pada 6 April 2018, Gianopulos menyebutkan kalau sekuel A QUIET PLACE  siap digarap.

 

Kendati begitu, Gianopulos masih belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai kisah sekuel A QUIET PLACE termasuk tanggal rilis togel online terpercaya dan apakah Krasinski kembali terlibat. Waspada spoiler, ending film bergenre horor thriller itu memang memperlihatkan kematian Lee Abbott (John Krasinski). Duo penulis naskah yakni Bryan Woods dan Scott Beck menyebutkan kepada Paramount jika mereka masih memiliki bahan yang tersisa dari naskah A QUIET PLACE sehingga ada kemungkinan untuk sekuel.

 

Kepada Entertainment Tonight, pasangan suami istri Krasinski-Emily Blunt mengungkapkan keinginan mereka membintangi sekuel A QUIET PLACE. Berperan sebagai suami istri dalam A QUIET PLACE, karakter Blunt yakni Evelyn Abbot, perempuan hamil di tengah serangan makhluk pemakan manusia yang sensitif terhadap suara pun disebut akan hadir lagi dalam sekuelnya.

 

Saat resmi dirilis, A QUIET PLACE  memang meraih banyak pujian kritikus. Akting baik Krasinski-Blunt sebagai pasangan suami istri yang ingin menjaga keluarganya begitu mempengaruhi isi cerita. Bahkan pemeran anak-anak keluarga Abbot juga tampil maksimal. Tak heran kalau penonton A QUIET PLACE  sampai ikut-ikutan merasakan kengerian yang mencekam hidup dalam kesenyapan.

 

Kesuksesan ‘A QUIET PLACE’ Tak Disangka

 

Bisa dibilang kalau jajaran produser sebetulnya tak menyangka kesuksesan A QUIET PLACE. Di pekan pertamanya, A QUIET PLACE mencetak box office domestik pasar Amerika Utara dengan luar biasa yakni USD 50,2 juta (sekitar Rp 688 miliar). Kepada Variety, Brad Fuller salah satu produsernya pun begitu tak percaya. Fuller sendiri menjadi produser bersama Andrew Form dan sutradara franchise TRANSFORMERS, Michael Bay.

 

“Tidak ada satupun yang berpikir ini akan terjadi. Ini hal gila. And abhkan tidak dapat memimpikannya. Sehingga, tidak. Jawabannya adalah kami tidak percaya kami akan ada di puncak box office. Kami hanya mengharapkan melalui akhir pekan dengan posisi pertengahan. Paling tinggi 20 juta dollar jika kami beruntung,” ungkap Fuller gembira.

 

John Krasinski Garap Film Thriller Fiksi ‘LIFE ON MARS’

 

Apa yang berhasil dicetak A QUIET PLACE  seolah membuktikan kemampuan sinematik Krasinski. Sepanjang kariernya sebagai aktor film sejak tahun 2000, ayah dua anak berusia 38 tahun itu hanya pernah mengarahkan dua judul film yakni BRIEF INTERVIEWS WITH HIDEOUS MEN (2009) dan  THE HOLLARS (2016). Selebihnya Krasinski berperan sebagai aktor dan pernah jadi penulis naskah BRIEF INTERVIEWS WITH HIDEOUS MEN, PROMISED LAND (2012) hingga A QUIET PLACE.

 

Di saat sekuel A QUIET PLACE masih digodok, Paramount kembali mempersatukan Krasinski sebagai sutradara bersama trio Bay-Form-Fuller dalam film bergenre thriller fiksi ilmiah berjudul A LIFE ON MARS. Film ini diadaptasi dari cerita pendek karya Cecil Castellucci berjudul We Have Always Live on Mars yang fokus pada seorang perempuan penghuni Mars yang meninggalkan bumi karena bencana alam. Apakah A LIFE ON MARS juga bisa ikut sukses?