Category: Sports

Ada Pesan Soeharto dibalik Emas Olimpiade Barcelona ’92

Olimpiade Barcelona pada tahun 1992 adalah sebuah momen yang sangat penting dalam sejarah olahraga Indonesia karena hadirnya pertama kali emas. Ternyata ada pesan Presiden Soeharto di balik keberhasilan atlet-atlet Indonesia pada saat itu.

Pesan Soeharto

Try Sutrisno, Mantan Ketua Umum PBSI, masih sangat ingat kesuksesan tim bulu tangkis Indonesia yang mampu meraih 2 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu di Barcelona. Dirinya juga tak bisa melupakan pesan dari Presiden Republik Indonesia pada saat itu, Soeharto.

“Presiden Soeharto, pada saat itu hanya mengatakan, “Do the best.” Pada PBSI, beliau cuma meminta satu saja medali emas dari Olimpiade Barcelona. Pak Harto melihat dari Bulutangkis, harapan untuk mendapatkan medali emas itu dapat dicapai,” ungkap Wakil Presiden RI keenam dalam sambutannya di acara Hari Ulang Tahun PBSI ke-67 yang bertempat di Hotel Atlet Century pada hari Selasa, 8 Mei 2018.

Lima buah medali yang diraih oleh Indonesia pada saat itu datang dari cabang olahraga bulutangkis. Medali emas tersebut disumbangkan oleh tunggal putra,  Alan Budikusuma, dan tunggal putri yang melegenda, Susi Susanti. Sementara itu tunggal putra, Ardy Wiranata dan juga ganda putra, Eddy Hartono/Rudy Gunawan menyumbangkan medali perak. Sementara itu, medali perunggu disumbangkan oleh Hermawan Susanto.

Try pun amat sangat senang dan ingat pesan Soeharto dapat diwujudkan oleh para pebulutangkis Indonesia. “Dengan bekal mental, moral, dan juga fisik serta rohani (semuanya) kami menyiapkan dengan membaja. Kami cuma mohon satu saja pada Tuhan YME supaya memberkati kami dan juga mengizinkan punya medali dari Barcelona. Kami cuma meminta satu, namun pulang dari Barcelona, malahan PBSI bisa merebut lima buah medali: 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu,” ucap Try.

Sebelum Olimpiade 1992, Indonesia tak pernah mendapat medali emas. Prestasi yang paling baik hanya lah medali perak yang diraih di Olimpiade 1988 lewat cabang panahan.

Dengan dipertandingkannya bulutangkis pada laga Olimpiade, Indonesia akhirnya memiliki kesempatan bagus meraih emas karena Indonesia adalah salah satu negara togel hongkong kuat di dunia bulutangkis. “Dulu waktu itu biasanya kalau kami pamit, tak pernah ada pesan apa apa. Namun saat itu, baru berubah. Saya merasa mendapat satu emas tersebut tugas yang berat sekali namun akhirnya kami mendapatkan lima medali,” ungkap pria yang sekarang ini telah berusia 82 tahun dilansir dari CNN Indonesia.

“Momen manis itu adalah Olimpade 1992, saat itu lah kami pecahkan (catatan emas pertama di laga Olimpiade). Pak Harto hanya meminta emas saja di Barcelona, Spanyol,” imbuhnya.

Memberi Semangat Tim Piala Thomas-Uber Tahun 2018

Try yang hadir dalam perayaan ulang tahun PBSI yang ke-67 ini juga menyaksikan upacara pelepasan atlet bulutangkis Indonesia bagi ajang Piala Thomas dan Uber yang bakal berlangsung di Thailand pada tanggal 20 sampai dengan 27 Mei 2018. Dirinya berdoa dan juta berharap supaya Indonesia bisa meraih kesuksesan di sana.

“Jadi ya siapkan saja fisik dan nonfisik. Mental dan semangat, dan juga jangan lupakan pada kepercayaan agama masing-masing. Jangan ragu dan takabur juga, siapkan detik demi detik juga,” imbuhnya.

“Latihan sebelum berangkat, pemanasan juga, jaga mental pastinya. PBSI di masa mendatang tetap membawa jati diri Indonesia supaya bisa menorahkan prestasi,” ungkapnya menambahkan lagi guna menyemangati para atlet agar lebih siap.


Persib yang Berlini Solid Kalahkan Mitra Kukar

Solidnya lini pertahanan dari kesebelasan Persib Bandung menjadi kunci mereka bisa meraih 3 poin perdana pada Liga 1 2018 setelah mereka mengalahkan Mitra Kukar dalam pekan ketiga ajang Liga 1 2018 yang dihelat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, hari Minggu (8/4/18).

Rahasia Kemenangan Persib Bandung

Kehadiran sang pelatih Roberto Carlos Mario Gomez sungguh-sungguh menjadi faktor kemenangan klub yang dijuluki Maung Bandung tersebut. Persib sendiri meraih kemenangan togel online pertamanya pada Liga 1 musim ini dalam debut Mario Gomez pada Liga 1 2018.

Dalam pertandingan itu, Persib pasalnya tampil seperti biasanya ketika melakoni laga kandang. Mereka sendiri menyerang pertahanan lawan sejak menit-menit awal pertandingan.

Yang membedakan permainan Persib kali ini dengan 2 laga yang sebelumnya, khususnya ketika laga kandang melawan PS TIRA adalah kedisiplinan barisan pertahanan juara dari Liga Indonesia sebanyak 2 kali itu.

Saat melawan Mitra Kukar, Mario Gomez berani dengan memainkan 4 debutan pada musim ini. Empat debutan tersebut adalah Adi Idrus, Indra Mustafa, Al Amin Fisabilah, dan juga Muhammad Natsir sang kiper. Ardi, Al Amin dan Indra adalah pemain yang melakoni debut perdananya sebagai pemain Persib dalam pertandingan tersebut.

Di jantung pertahanan Persib, Fisabillah pasalnya tampil solid dengan berduet dengan Malisic. Lalu performa keduanya membuat pemain-pemain menyerang sang lawan, Mitra Kukar, seperti Fernando Ortega, Hendra Bayauw, serta Dedy Hartono yang tidak hanyak berkutik. Kiper Muhammad Natsir pun nyaris tak berkutik di babak pertama laga ini.

Sementara itu, dua fullback, Ardi Idrus dan Henhen Herdiana, rajin membantu seragan. Namun meski demikian, keduanya juga tak lupa untuk kembali turun ketika kehilangan bola.

Bahkan Mitra Kukar tetap tak mampu menjebol gawang milik Persib Bandung saat Malisic ditarik keluar dan akhirnya digantikan debutan yang lainmya yakni Indra Mustafa pada menit ke-59 karena dirinya mengalami cedera pendarahan di hidung.

Bermain dengan Sangat Baik

Hal-hal itu sepertinya menunjukkan Persib sudah mendapatkan komposisi yang sangat tepat di lini belakang. Sesuatu yang tak ditemukan di 2 pertandingan yang sebelumnya. Dikarenakan rapinya lini pertahanan, lini serang dari Pangeran Biru bisa leluasa menggempur benteng pertahanan dari Mitra Kukar.

Sementara itu, di lini tengah, Ghozali Siregar akhirnya bisa mengambil alih peran dari Febri Hariyadi pada sisi kiri permainan dengan sangat baik. Winger dari Timnas Indonesia tersebut harus absen karena dirinya baru saja pulih dari demam.

Kecepatan dan juga umpan-umpan lambung dari Ghozali dengan kedua kakinya sungguh menjadi salah satu senjata Maung BamdunBandung melawan Mitra Kukar. Pemain senior, Supardi Nasir yang mana kembali lagi dimainkan di posisi sayap kanan juga tak kalah agresifnya. Seandainya lebih tenang lagi, Supardi malahan bisa membuat Persib Bandung unggul lagi setelah berhadapan dengan kiper Yoo Jaehoon pada babak pertama. Sayangnya, tendangannya masih bisa diblok kaki kiri oleh Jaehoon.

Jonathan Bauman pemain asing di Persib Bandung juga tak kalah mengesankannya saat mencoba membongkar benteng pertahanan Naga Mekes. Pemain asal Argentina tersebut tak saja memanjakan Ezechiel N’Douassel di lini depan dengan umpan-umpannya yang terukur, namun juga pemecah kebuntuan.

Gol pembuka Persib di menit ke-53 lahir karena kejelian Bauman yang mampu memanfaatkan bola liar sundulan dari N’Douassel yang juga memanfaatkan sepak pojok dari Supardi. Sementara itu gol kedua mereka tercipta karena tendangan bebas dari Oh In Kyun yang mana membentur pagar pemain Mitra Kukar pada menit ke-61.